Sufi Sibuk

SUka FIlm SInting BUKu

Tubaba

Yang Saya Rasakan Ketika Bertemu Lagi dengan Murid SD yang Sekarang Sudah Kuliah

Dikarenakan jadwal kantor yang sudah menanti beberapa hari ke depan, saya pun akhirnya tak bisa berlama-lama stay di Tubaba. Agenda rutin mengunjungi desa Indraloka (tempat saya bertugas selama masih bergabung di Indonesia Mengajar dulu) pun terpaksa tidak saya lakukan. Padahal,…

Guru Penggerak Tubaba

Sampai sekarang, saya selalu memandang kehadiran Tubaba Cerdas adalah sebuah anugerah. Tidak hanya bagi dunia pendidikan di Tubaba saja, tapi juga bagi diri saya pribadi. Bagi dunia pendidikan di Tubaba, kehadiran Tubaba Cerdas –dari yang telah saya saksikan– lamat-lamat banyak…

Napak Tilas Tubaba (Bag.6) : “Keluarga Pak Tumar”

Ada dua jalur yang bisa dipilih jika dari Indraloka II menuju Mercu Buana : lewat Desa Pagar Buana atau kembali lewat desa Indraloka I. Kami memilih yang ke dua, karena jika lewat Desa Pagar Buana, perjalanan harus ditempuh lewat kebun…

Napak Tilas Tubaba (Bag. 5) : “Menyapa Indraloka II”

Sepulang dari sekolah saya kembali bernostalgia dengan jalanan yang ada di Way Kenanga bersama Taufik. Tujuan kami kali ini adalah rumah-rumah keluarga angkat para Pengajar Muda dulu. Dimulai dari rumah Bu Mur di desa Indraloka II, yang ditinggali oleh Yuni,…

Napak Tilas Tubaba (Bag.4) : Separuh Massa Kapsul Waktu

Karena semalam hujan, jalan setapak di tengah ladang-ladang karet yang saya lewati pagi ini terlihat sepi. Tak satupun saya temukan petani karet yang bekerja di ladang. Pohon karet yang basah tidak akan bisa disadap getahnya. Kalau sudah begini, para petani…

Baru saja saya dan Taufik berpamitan dan bersiap melaju bersama sang motor putih, tiba-tiba hujan turun dengan begitu derasnya tanpa basa-basi sedikit pun. Otomatis kami urung melanjutkan perjalanan menuju desa. Menunggu sampai hujan reda adalah pilihan bijak, karena hujan kali…

Napak Tilas Tubaba (Bag. 2) : Nyeruit Di RUmah Bu Ambar

Setelah dibuat sewot gara-gara delay pesawat yang cukup lama, akhirnya saya dan Pak Vita harus merasa lega di ketika sudah melihat sebuah baliho besar bertuliskan “Welcome to Lampung” di bandara. Biar merasa lebih yakin benar-benar ada di Lampung, maka saya…