Sufi Sibuk

SUka FIlm SInting BUKu

Puisi

Merelakan

1. Senyummu serbuk rindu Larut hanyut di genangan waktu Dihirup mabuk. Ditenggak mencandu, Dan pertemuan adalah sebotol penawar paling sia-sia. Semakin kau selenggarakan dengan sungguh-sungguh, semakin bising rindu menderu 2. Liang-liang yang terlanjur kau kuburi mimpi barangkali adalah pertahanan yang…

Sesungguhnya

Sesungguhnya, masih ada batas-batas yang harus kita runtuhkan, bimbang yang harus kita enyahkan, getir yang harus kita singkirkan, kenangan yang harus kita hapuskan Hidup memang cuma perkara menunggu giliran. Kapan kita meratap pahit keadaan, kapan kita puas dengan kebahagiaan, kapan…

Dikepung Genting

Dia bukan lagi semilir angin Segar menghembus, sengit menghempas suntuk di tubuhmu yang mulai kehilangan batas Andai kelak kau masih mendamba Siutnya di siang-siangmu yang durjana, Jangan terlalu terkejut jika yang kau temui Cuma redup-redup renjana Aku lama berpikir tentang…

Yang Terhenti, Yang Binasa, Yang Tiada

I Yang terhenti, memang bukan detak jantungku Tapi gelora (yang terlanjur kembali terjaga) di cerah mata, beringsut kalut — menjelma sayup-sayup kabut. Pengharapan yang baru saja terlahir sungsang –harus merelakan dirinya kembali tak bernyawa Keputusanmu serupa alat kejut di ruang…

Meretas Ingatan

Sebelum didih siang merontokkan sendimu menjadi remah peluh. Juga gerah tanah yang lamat-lamat meretakkan jejak langkah Segera tuntaskan ! Tuntaskan segera ! Rancangan rindu yang tergeletak di atas cermat ingatanmu. Rumah. Serta pohon-pohon tua di Petak jantungmu. Mungkin sesaat lagi…

Menunggu

/1/ Jika kau ingin segera sembuh, perihal yang musti kau hapus dari daftar rutinitasmu adalah menunggu Menunggu adalah jerat yang memaksamu tergantung kelu di barisan tiang-tiang detak waktu Menunggu adalah gelombang pasang yang tak pernah santun mendobrak keras pintu irigasi…

Saat Berhenti

Nanti, ketika julur lisanku tergetar kelu Semua yang tersudut di runcing bebayang itu hanyalah sekerumun petuah semu   Lekaslah berbalik muka ! Saat ketakutan terlepas dari genggam janji -yang perlahan mengasam di sudut ruang itu- Samar bebayang yang kerap kau…

Duh !

​Langit mulai gemuruh. Daripada sibuk melontar keluh, apakah tak lebih baik kita bersungguh-sungguh melempar sauh? Berlabuh, lalu mencari tempat berteduh! Sudah, tak usah riuh memikirkan suntuk yang telah lalu. Pada bagian tertentu, hidup memang hanya berisi ruang tunggu. Dan diam…

Sepanjang Bulan Belum Terbenam

engkau yang masih meradang sepanjang bulan benderang bagaimana bisa kau mempertahankan malam menegang jika nalarmu semakin dihujani bisik-bisik suara muram   engkau yang semakin tipis desau perangnya yang terkikis rupa gagahnya oleh beban selaksa karang, — yang juga semakin tak…

Ruang ini

Ruang ini Dan setumpuk malas di dasarnya Adalah artefak sesak Dalam pengap lubang waktu     Dinding ini Dan gigil rindu di sekitarnya Adalah sembilu Dalam jarak yang beku     Pintu ini Dan gugup di sela-selanya Adalah kelu Dalam…