Pada Detak yang Sama

Selalu detak itu lagi yang kau tunggu

Bermukim di bait muram yang sama

Menegang di laju babak yang purba

Menyingkirlah sedikit, puan.

Heningkan hatimu sebentar.

Tentu saja kau mahfum, jantungmu

belum pulih benar

dari ngilunya detak yang sama

dari episode kisah yang purba

Bangun sepetak ruang

Dirikan beberapa jengkal pagar

supaya kau khidimat berpaham

supaya kau tenang memilah angan

supaya kau mampu mengejapkan gulana

Lantas perlahan menggugurkan riwayatnya

satu-satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *