Sufi Sibuk

SUka FIlm SInting BUKu

Puisi

Dikepung Genting

Dia bukan lagi semilir angin

Segar menghembus, sengit menghempas

suntuk di tubuhmu yang mulai kehilangan batas

Andai kelak kau masih mendamba

Siutnya di siang-siangmu yang durjana,

Jangan terlalu terkejut jika yang kau temui

Cuma redup-redup renjana

Aku lama berpikir tentang sungai,

pohon-pohon rindang, juga penyejuk udara

Namun sebuah ledakan terlanjur tak bisa dicegah

Deru semangat runtuh. Satu-satu gairah jatuh

Lubang terus menganga di pembuluh resah. Di jantung doa.

Kau dan dia dikepung genting. Tapi tak terpikirkan untuk berpaling.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *