Sufi Sibuk

SUka FIlm SInting BUKu

LAMPUNG

Guru Penggerak Tubaba

Sampai sekarang, saya selalu memandang kehadiran Tubaba Cerdas adalah sebuah anugerah. Tidak hanya bagi dunia pendidikan di Tubaba saja, tapi juga bagi diri saya pribadi. Bagi dunia pendidikan di Tubaba, kehadiran Tubaba Cerdas –dari yang telah saya saksikan– lamat-lamat banyak menciptakan pertumbuhan yang cukup berarti. Sedangkan bagi saya pribadi, kehadiran Tubaba Cerdas adalah anugerah luar biasa yang sangat saya syukuri, karena semenjak kehadiran Tubaba Cerdas saya jadi bisa ke Tubaba di setiap tahunnya.

Tubaba Cerdas Based 4 Training Camp

Ya, sejak pertama kali berdiri empat tahun silam, saya selalu terlibat utuk mengisi Training Camp Tubaba Cerdas, yakni sebuah program karantina bagi para Pengajar Cerdas (sebutan bagi pengajar di Tubaba Cerdas) sebelum mereka diterjunkan ke sekolah-sekolah penempatan. Dan yang lebih membahagiakan lagi, training camp Tubaba Cerdas selalu diadakan pada mingu-minggu akhir di bulan November, waktu yang bertepatan dengan ulang tahun saya.

Jadi, dalam empat tahun terakhir, saya pun selalu merayakan ulang tahun di Tubaba. Ah, sebenarnya saya juga tak terlalu peduli dengan momen ulang tahun. Tak pernah ada acara perayan khusus untuk memperingati hari lahir saya yang bertepatan dengan hari guru itu. Namun, dikarenakan ulah facebook yang selalu menginfokan hari ulang tahun saya ke linimasa teman-teman Tubaba Cerdas, jadilah teman-teman Tubaba Cerdas yang sangat baik hati itu selalu memberikan saya surprise sederhana untuk memperingati ulang tahun saya.

Berulang tahun di Tubaba dari tahun ke tahun

Biasanya, selain untuk mengisi Training Camp Tubaba Cerdas, saya juga akan mampir ke Desa Indraloka –tempat saya bertugas selama masih bergabung di Indonesia Mengajar dulu– untuk bernostalgia dengan murid-murid saya dulu, dengan house fam, juga dengan warga sekitar. Selain itu,  agenda yang tak boleh ketinggalan selama di Desa Indraloka adalah mengisi kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru) yang ada di sana.

Ya, ketika berkunjung ke Tubaba, sebisa mungkin saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk mengisi KKG atau even-even lain yang berhubungan dengan pengembangan kapasitas guru di sana. Dalam diri saya selalu saja ada perasaan bahwa kehadiran saya selama setahun di bumi ruwa jurai itu belum cukup maksimal dalam memberikan sumbangsih yang. Karena itulah, ketika ada kesempatan untuk berkontribusi lagi kepada daerah yang sudah saya anggap sebagai rumah ke dua ini, saya tak pernah melewatkan kesempatan itu.

Namun, untuk kedatangan ke Tubaba kali ini saya tidak bisa mampir ke Desa Indraloka, karena dalam waktu dekat harus segera pulang ke Surabaya, lantaran tugas kantor yang lain sudah menanti. Jadi, kali ini saya tak berkesempatan untuk bernostalgia dengan orang-orang di sana, juga tak berkesempatan untuk mengisi even-even pengembangan guru di sana. Meski demikian, setidaknya dua hal tersebut masih bisa saya rasakan, meskipun dalam lingkup yang lebih sedikit.

Saya tetap bisa berjumpa dengan murid saya sewaktu di SD indraloka dulu di Bandar Lampung. Ya, saya sudah janjian untuk bertemu dua orang murid saya yang sekarang sudah kuliah di Bandar Lampung. Untuk even pengembangan kapasitas guru, meski tak bisa mampir untuk mengisi KKG dan even-even lainnya, tapi saya sudah cukup senang bisa bertemu dengan guru-guru penggerak.

Bersama Guru Penggerak Tubaba

Guru penggerak adalah salah satu program yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan Tubaba dan dibantu oleh Pengajar Cerdas. Program ini memilih beberapa guru-guru dengan semangat dan kapasitas yang tinggi untuk kemudian diberi pembinaan dengan harapan ke depannya bisa menjadi ujung tombak untuk pengembangan sekolahnya masing-masing. Saya tentu senang sekali ada program seperti ini di Tubaba. Bagaimanapun, saya selalu percaya bahwa ujung tombak pembangunan di daerah ada pada pundak orang-orang lokal yang ada di dalamnya. Kalaupun ada pihak-pihak dari luar yang turut berkolaborasi untuk pembangunan daerah tersebut, hal itu lebih cenderung sebagai pemantik saja, sedangkan aktor utamanya tetap ada pada orang-orang lokal setempat.

Guru penggerak ini ada di masing-masing kecamatan. Saya tak tahu pasti ada berapa jumlah total keseluruhan guru penggerak yang berhasil di rekrut dan berapa komposisi guru penggerak di masing-masing titiknya. Saat itu saya hanya bertemu lima guru penggerak saja. Mereka adalah guru-guru di sekolah SD Negeri yang ada di sekitar wilayah dekat lokasi training camp. Dita dan Jun — Pengajar Cerdas yang masih bertugas saat ini–  yang memperkenalkan saya dengan mereka.

Kami bertemu di Islamic Center Tubaba yang letaknya hanya 500 meter dari lokasi training camp. Kami berbincang santai selama beberapa jam. Topik perbincangannya terkait energi yang harus dimiliki seorang guru. Mendengar curahan hati serta cerita pengalaman-pengalaman seru dari mereka,  dalam hati saya berkata bahwa tak salah jika orang-orang luar biasa yang sedang bersama saya saat itu didapuk sebagai guru penggerak. Gairahnya di dalam dunia pendidikan sungguh besar. Totalitas mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai guru bukan semata-mata karena mencari nafkah, tapi juga didasari semangat untuk mengabdi memberikan yang terbaik untuk masa depan anak-anak di Tubaba.

Ngobrol santai dengan Guru Penggerak di Islamic Center Tubaba

Di saat yang bersamaan, saya juga merasa bersyukur bahwa Tubaba memiliki guru-guru seperti mereka. Apalagi, ketika tahu jumlah guru-guru seperti mereka sudah mulai meningkat –ini tentu aset luar biasa yang harus terus dipelihara oleh pemerintah daerah. Ya, aset paling berharga yang dimiliki oleh suatu daerah adalah orang-orang hebat di dalamnya. Terus menggalakkan program-program untuk meningkatkan kapasitas diri guru-guru seperti mereka hendaknya dianggap sebagai sebuah investasi, bukan dianggap sebagai pengeluaran.

Ah, saya jadi tak sabar menunggu cerita-cerita seru tentang sepak terjang guru-guru penggerak ini. Saya jadi percaya diri bahwa satu tahun ke depan saat saya kembali ke Tubaba, kabupaten yang masih terhitung belia usianya ini akan semakin diperhitungkan keberadaannya.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *