Sufi Sibuk

SUka FIlm SInting BUKu

Makan-makan

Singkong Jerenges

Saya terbiasa memakan singkong rebus dengan olahan yang manis2. Jadi wajar bila saya agak kagok sewaktu di Madura disuguhi singkong rebus dengan sejumput sambal. Tak bisa saya bayangkan betapa kerasnya distorsi yang akan muncul di lidah saya.

Kalau saja teman saya yang asal Madura tidak bersikukuh meyakinkan saya bahwa makanan ini sungguh hawce, saya tak akan pernah menyentuhnya. Gaya teman saya yang begitu kemlinthi menyuapkan makanan ini ke mulutnya dengan lahap sembari sesekali mengacungkan jempolnya kepada saya, jelas membuat saya jadi terprovokasi.

Saya ambil satu singkong. Saya tutul ke atas sambal, lalu perlahan coba saya karibkan dengan lidah saya. Amajing. Saya pun mengulang-ulang lagi adegan itu. Ambil singkong, tutul ke sambal, lalu eksekusi ke dalam mulut. Sampai tak terasa satu persatu keringat mulai ndrodos di wajah saya. Namun itu tak membuat saya kapok, malah semakin membabi buta mengeksekusi singkong rebus dan sambal yang anggun itu.

Oh ya, sejumput sambal itu biasa disebut “jerenges” oleh orang Madura. Komposisi nya sederhana sangat : cuma cabe dan garam. Tak lebih. Meski minimalis, tapi jerenges lah yang bertanggung jawab atas kalapnya saya memangsa singkong-singkong rebus tak bersalah itu. Begitulah, terkadang sesuatu yang sangat minimalis jika dieksekusi dengan cantik akan mampu menciptakan kenikmatan yang begitu sadis.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *