Sufi Sibuk

SUka FIlm SInting BUKu

Buku

10 Buku Fiksi Paling Menarik di 2017 Versi Saya

Sesuai judulnya, list ini saya buat berdasarkan versi saya. Jadi kriterianya pun suka2 selera saya. Kalau ga setuju, monggo bikin list sendiri sana!  Hihihi…

So, ini dia buku fiksi terbitan tahun ini yang paling menarik menurut selera saya. Semuanya buku karangan penulis lokal, karena dari dulu memang saya penggemar anjuran paling legend dari Alim Markus : “Cintailah ploduk-ploduk Indonesia… Hehe… Cekidot :

10. Koran Kami With Lucy In The Sky (Bre Redana)

Cerita di novel ini banyak memberikan pengetahuan baru bagi saya tentang dunia jurnalistik. Tentang idealisme dan kerja keras para jurnalis demi mendapatkan kualitas dan keakuratan sebuah berita, yang nampaknya – seperti yang juga di sindir di novel ini- sudah mulai tidak dianggap sakral lagi oleh beberapa media jaman now.
9. Sirkus Pohon (Andrea Hirata)

Andrea Hirata masih mengangkat kehidupan kaum2 marjinal di novel ini. Namun, tema yang diangkat jauh lebih kompleks dari novel2 sebelumnya, diantaranya : cinta yang rumit, politik kampung, mistik, dll. Meski demikian, Andrea sepertinya belum mau beranjak dari gaya bertuturnya yang kocak. Ya, Andrea selalu piawai membungkus kegetiran dengan kejenakaan.

8. Anak Rantau (A. Fuadi)

Masih bercerita tentang manusia Minang yang bergelut dengan petualangan hidup yang berliku, A. Fuady kembali berhasil memberikan petuah2 semangat hidup ke dalam novelnya ini. Gaya tuturnya pun masih renyah seperti novel2 sebelumnya.

7. Pelisaurus (Gunawan Tri Atmojo)

Selalu persiapkan diri Anda untuk ngakak ketika baca cerpen2 Mas Gunawan Tri Atmojo. Termasuk ketika membaca cerpen2 di buku ini. Dari judulnya saja sudah nganu banget bukan? Bisa ngira2 sendiri deh se-ngehek apa isi cerpen2 di dalamnya. Hehe..

6. Seorang Laki-laki yang Keluar dari Rumah (Puthut Ea)

Yang paling menarik dari novel ini tentu saja himbauan yang ada di halaman pertamanya yang mengatakan buku ini bisa dibaca dari halaman genap dulu, halaman ganjil dulu, atau dibaca biasa dari awal sampai akhir. Dan saya pun mencoba semua. Ternyata beneran bisa nyambung juga. Gokil juga nih Mas Puthut.

5. 24 Jam Bersama Gaspar (Sabda Armandio)

Di bagian2 awal langsung serasa diajak masuk ke laci meja belajar Nobita lalu naik mesin waktu ke masa depan dan disuguhi petualangan kriminal yang…….  Ah, pokoknya keren lah.

4. Semua Ikan di Langit (Ziggy)

Ya ampun, ini penulis makannya apa ya, kok bisa imajinasinya liar banget sampai kepikiran bikin cerita yang tokoh utamanya bis kota?  Cuma bisa geleng2 nggumun deh dengan imajinasi yang dibangun di cerita ini. Keren.

3. Lelucon Para Koruptor (Agus Noor)

Selain nuansa satire ala Agus Noor, di buku kumpulan cerpen yang ini, kita juga merasakan kesegaran dari gaya tulisan Agus Noor. Banyak sekali humor2 menohok di dalam buku ini. Beberapa cerpen juga memiliki ending yang tak terduga. Khas Agus Noor banget.

2. Ratu Sekop (Iksaka Banu)

Kalau saya seorang sutradara film, tanpa pikir panjang saya akan langsung memfilmkan cerpen2 di buku ini. Ya, cerpen2 di buku ini sangat filmable banget. Pendek 2, padet, namun kurang ajar banget bagusnya. Sangat potensial untuk dibikin film fragmen seperti Recto Verso atau Disconnect.

1. Dawuk ( Mahfud Ikhwan)

Dari sembilan buku sebelumnya, buku ini yang paling tipis dan paling mini ukurannya, tapi isinya pecah banget. Dari semua karya Mas Mahfud Ikhwan, saya paling suka dengan Dawuk ini. Alur ceritanya benar-benar mengaduk-ngaduk emosi saya. Terlebih seting tempatnya adalah sebuah kampung di Jawa Timur, yang semakin membuat saya yang juga anak kampung Jawa Timur ini jadi semakin dekat dengan suasana ceritanya. Sungguh recomended.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *