Sufi Sibuk

SUka FIlm SInting BUKu

Musik

Sephia

Saya pikir tidak ada band yang se–fenomenal Sheila On 7 (SO7) di negeri ini, jika dilihat dari prestasi penjualan albumnya. Di pemunculan awalnya di akhir tahun 90-an, SO7 langsung menunjukkan prestasi cemerlangnya di belantika musik Indonesia dengan pencapaian angka penjualan albumnya sejumlah lebih dari 1 juta copy.  Dan prestasi ini terus meningkat di dua album berikutnya. Saya sendiri sampai saat ini masih belum menemukan musisi Indonesia yang memunyai prestasi tersebut, yang berhasil di saat awal pemunculannya dan dilanjutkan secara berturut-turut di dua album berikutnya.

Pada saat itu (kalo gak salah saya masih SMP) Mereka (baca : SO7) seakan sudah menjadi wabah baru bagi anak muda negeri ini. Mungkin mirip seperti ketika mewabahnya Westlife dan F4 di awal tahun 2000-an. Konser-konser mereka selalu sesak penonton, wajah-wajah mereka terus bermunculan di televisi, anak-anak muda (terutama kaum hawa) banyak memasang poster mereka di kamarnya, juga Lagu-lagu mereka pun banyak dihafal orang dari berbagai kalangan.


Salah satu lagu yang paling fenomenal dari mereka adalah sebuah lagu di Album kedua yang bertajuk Sephia. Lagu ini bercerita tentang seorang pacar simpanan yang bernama Sephia. Dan di situ, Sephia disebut dengan julukan Kekasih gelap, seperti yang tertulis di Reff lagunya :

Selamat tidur kekasih Gelapku (o, Sephia)
Semoga kelak kau lupakan aku (O, Sephia)
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk melupakanmu
Selamat tinggal kasih tak terungkap (O, Sephia)
Semoga Kelak Kau lupakan aku cepat (O, sephia)
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk melupakanmu.

Dari situ kita dapat melihat bahwa sebenarnya lagu ini berkisah tentang seorang lelaki yang ingin meninggalkan seorang gadis bernama Sephia yang tidak lain adalah  kekasih simpananya, yang di sini disebut dengan kekasih gelap.

Oke, saya tidak ingin membahas konten lagu itu di sini. Yang ingin saya bicarakan adalah fenomena unik tentang lagu itu. Sejak kemunculan lagu itu, entah kenapa banyak orang yang jadi akrab dengan kata kekasih gelap dan Shepia. Sejak kemunculan lagu itu, frase Pacar Simpanan, atau istri simpanan seakan sudah berkurang popularitasnya. Orang lebih suka berkata “Hayo…. jangan-jangan kamu punya Sephia Ya?”

Kata-kata kekasih gelap pun juga semakin populer setelah kemunculan lagu itu. Eits, tentu saja kekasih gelap ini bukan berarti maknanya adalah kekasih seorang kaksih dengan warna kulit yang gelap hitam legam gitu ya… tentu saja makna yang terkandung adalah makna konotasi, yang kurang lebih maknanya adalah kekasih simpanan. Dalam hati saya merasa bahwa Erros (Sang pencipta lagu Sephia) adalah orang yang sangat cerdas membuat perumpamaan yang sebelumnya belum pernah ada. Bahkan setelah lagu itu saya menemui beberapa musisi yang juga menggunakan frase kekasih gelap dalam beberapa lagunya, sebut saja salah satunya adalah band Ungu dalam lagunya.
Any way… Saya pikir, itulah salah satu kehebatan karya seni, yang terkadang bisa membawa suatu budaya baru dalam kehidupan kita sehari-hari. Fenomena Sephia dan Kekasih gelap adalah salah satu fenomena kebahasaan yang terjadi di masyarakat kita. Dan mungkin nanti fenomena ini masih akan tetap di kenal sampai masa yang akan datang, bahkan mungkin bisa jadi sudah banyak orang yang lupa siapa yang mempopulerkan fenomena kebahasaan tersebut, anamun masih saja tetap eksis di masyarakat. Seperti halnya sebuah pepatah “Apalah arti sebuah nama” yang dipopulerkan oleh seorang pujangga Inggris bernama Shakespere. Banyak orang yang sering menggunakan perumpamaan itu. namun ternyata banyak juga yang tidak tahu siapa yang mempopulerkannya.

Rasanya tidak berlebihan jika Sheila On 7 dijuluki salah satu band fenomenal di negeri ini, karena selain prestasi penjualan albumnya yang patut diacaungi dua jempol, SO& juga telah mampu menciptakan sebuah kebudayaan baru, yang bolehlah  saya sebut dengan sebutan fenomena kebahasaan.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *